Mercenary Spyware Ancam Pengguna Apple di 92 Negara, Identitas Hacker Belum Teridentifikasi

- 12 April 2024, 13:29 WIB
Ilustrasi Apple.
Ilustrasi Apple. /Reuters/

KABAR MESUJI - Apple mengirimkan peringatan mengenai ancaman serangan mercenary spyware kepada penggunanya di 92 negara.

Menurut laporan Tech Crunch, peringatan itu disebarkan pada Rabu, 10 April 2024. Namun, Apple tidak mengungkapkan identitas penyerang maupun negara asal pengguna yang mendapatkan pemberitahuan.

"Apple mendeteksi bahwa Anda sedang ditarget oleh serangan mercenary spyware yang mencoba untuk menyusupi iPhone yang terkait dengan ID Apple xxx dari jarak jauh," tulis Apple kepada pengguna yang mendapatkan peringatan tersebut.

Baca Juga: Fokus Performa AI, Apple Bakal Rilis Chip M4 pada Oktober 2024

"Serangan ini kemungkinan menargetkan Anda secara spesifik karena siapa Anda dan apa yang Anda lakukan. Meskipun kepastian mutlak tidak mungkin dicapai saat mendeteksi serangan itu, Apple sangat yakin dengan peringatan ini. Mohon tanggapi dengan serius," lanjut peringatan Apple.

Produsen ponsel pintar iPhone itu mengirimkan pemberitahuan serupa beberapa kali dalam setahun dan telah mengingatkan pengguna mengenai ancaman serangan siber tersebut di lebih dari 150 negara sejak 2021.

Peringatan seranganm spyware uncul ketika banyak negara sedang mempersiapkan pemilihan umum. Dalam beberapa bulan terakhir, banyak perusahaan teknologi yang waspada mengenai meningkatkan upaya manipulasi hasil pemilihan umum yang disponsori oleh negara.

Sebelumnya, serangan tersebut dianggap disponsori oleh negara akan tetapi label tersebut diubah menjadi serangan spyware oleh tentara bayaran.

"Serangan mercenary spyware seperti menggunakan Pegasus dari NSO Group, jarang terjadi dan lebih canggih dibandingkan aktivitas kejahatan siber biasa atau malware pelanggan," tulis Apple dalam peringatannya.

Apple mengatakan dalam mendeteksi ancaman serangan siber bergantung kepada informasi intelijen internal.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah